Hakekat filsafat administrasi merupakan hasil
pemikiran dan penalaran manusia yang disusun berdasarkan rasionalitas dan
sistematika yang mengungkapkan kejelasan sebuah objek formal, yaitu pemikiran
untuk menciptakan keteraturan dari berbagai aksi dan reaksi yang diperankan
oleh manusia dan objek material, yaitu manusia yang melakukan aktivitas
administrasi dalam bentuk kerja sama untuk mewujudkan tujuan yang diinginkan
antar kerja sama tersebut. Untuk mewujudkan pemikiran yang menciptakan
keteraturan tersebut dibutuhkan pendidikan kepemimpinan untuk para pelaku
administrasi, sehingga aktivitas administrasi dapat berjalan dengan baik.
Kepemimpinan merupakan sifat atau kemampuan
memimpin yang dimiliki oleh seorang pemimpin untuk mengatur pekerja atau
bawahannya demi mencapai tujuan organisasi , sifat kepemimpinan manusia
dipengaruhi oleh karakter manusia itu sendiri.
Filsafat
dalam arti lebih luas dan mendalam, esensi keteraturan dalam administrasi data
hubungan pemerintah yang berlangsung secara fungsional yang diciptakan oleh
para subjek administrasi sebagai pihak yang diperintah.
Ada beberapa teori karakter manusia
yaitu teori X dan teori Y, juga teori Z
menurut William G. Ouchi.
Teori
X adalah ketika para pekerja pada
umumnya berusaha bekerja sedikit mungkin, tidak memiliki gairah dan ambisi untuk maju. Maka pengarahan yang seharusnya
dilakukan adalah bersifat keras, Hanya
dengan jalan ini organisasi dapat berjalan kearah pencapaian tujuan walaupun
dengan susah payah.
Teori
Y para pekerja umumnya senang bekerja, kreatif dan bertanggung jawab, maka
segala keputusan bersifat demokratis.
Teori
Z pola umum masa jabatan yang panjang, berulang kali tegas melakukan
pemeriksaan, keseimbangan antara pemakaian system informasi manejemen modern,
perncanaan formal, menejemen berdasarkan sasaran, serta teknik kuantitatif
lainnya dan penilaian pokok personal didasarkan pada pengalaman. Serta beberapa
teori lain yang sangat mempengaruhi kepemimpinan seperti ; teory genetic, teory
social dan teory ecology.
Bila
di gabungkan dengan teori x y z, maka seorang pemimpin harus mengambil yang sikap
yang ada didalam teori Y.
Kesimpulan,
bila seseorang pada umumnya bersifat malas,tidak memiliki gairah dan ambisi
untuk maju, maka dia menjalankan teori X.Sebaliknya jika dia bersifat rajin,
kreatif serta mempunyai keinginan
memiliki gairah untuk maju maka dia menjalankan teori Y.
Sebaiknya seseorang megambil sifat yang baik dari
teori X dan Y yang disebut teori Z.